• Kalo kamu memang Anak generasi 90an, pasti sudah memasuki fase di mana menunggu Doraemon dan Nobita Serta...
  • Daftar Album Lagu Ungu Religi Terbaru Komplit
  • Meski diangkat dari komik dari DC yang melahirkan beberapa manusia super kelas kakap seperti Superman atau Batman, tetapi tidak berlaku untuk film ini. Dia adalah Harley Quinn.
Tampilkan postingan dengan label The Conjuring Universe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Conjuring Universe. Tampilkan semua postingan

THE NUN (2018) REVIEW: Sebuah Origin Story Yang Belum Baik Benar


James Wan yang sudah berhasil membangun The Conjuring menjadi sebuah franchise horror yang ditunggu banyak orang, membuat Warner Bros tahu akan potensinya. The Conjuring Universe hadir untuk menyapa penggemar film horror di dunia. Tak hanya menyorot kasus-kasus makhluk astral dari pasangan Warren, tetapi juga beberapa karakter ikoniknya. Spin off dari The Conjuring Universe sudah dimulai sejak sosok Annabelle yang terkenal lewat film pertama dari The Conjuring.

Di film keduanya, The Conjuring mengeluarkan sosok ikonik lain yaitu Valak. Tentu saja, hal ini sudah menjadi sesuatu yang memiliki potensi untuk dikembangkan di dalam The Conjuring Universe. Oleh karena itu, tahun ini film dengan judul The Nun dirilis untuk memperluas universe horror milik Warner Bros ini. Film tentang Valak ini disutradarai oleh Corin Hardy yang memang dalam rekam jejaknya sudah memiliki portfolio di genre horror ini lewat The Hallow (Woods).

The Nun dibintangi oleh Taissa Farmiga dan memiliki penulis naskah yang tak sembarangan. Gary Daubeman telah memiliki rekam jejak yang cocok dalam mengembangkan The Conjuring Universe. Semua spin off dari The Conjuring selalu diprakarsai oleh tulisan naskahnya mulai dari Annabelle dan Annabelle: Creation. Belum lagi, naskah adaptasinya terhadap buku milik Stephen King, IT, juga berhasil menyita perhatian banyak penontonnya.


Tentu saja, origin story dari sosok Valak akan dengan mudah menarik minat penontonnya. The Nun akan dengan mudah dinantikan oleh para penggemar film horor terutama bagi yang sudah menyaksikan film-film dari The Conjuring Universe. Belum lagi, trailer yang dirilis pun bisa membuat penontonnya bergidik ngeri. Bahkan, muncul rumor-rumor tentang trailernya yang terlalu seram sehingga harus ditarik dari peredaran.

Dengan rumor-rumor dan potensinya, The Nun sayangnya tidak bisa membuat penonton puas akan ekspektasi yang sudah terbangun. Jika dilihat dari tugas dan tujuannya secara garis besar, The Nun memang berhasil hadir sebagai movie companion untuk membuat The Conjuring Universe semakin besar. Tetapi sebagai sebuah film horor, The Nun hadir dengan performa yang tidak maksimal. The Nun hadir sebagai sebuah sajian film horor yang tidak memiliki rasa menakutkan sama sekali.


The Nun tentu saja akan menceritakan sosok Valak di dalam filmnya. Cerita ini dimulai ketika seorang pemuda bernama Frenchie (Jonas Bloquet) yang menemukan badan seorang suster yang tergantung di pelataran gereja. Kabar ini terdengar hingga pusat dan ini menjadi konsentrasi bagi mereka untuk ditelusuri dan diinvestigasi misterinya. Vatikan menyuruh Father Burke (Demian Bichir) dan Sister Irene (Taissa Farmiga) untuk pergi ke gereja tersebut.

Father Burke dan Sister Irene menghabiskan beberapa malam di sana untuk menyelesaikan tugasnya dari Vatikan. Tetapi, malam-malam di sana tak berjalan mulus dan lancar-lancar saja seperti yang diharapkan. Banyak sekali kejadian-kejadian aneh yang mereka rasakan saat berada di gereja tersebut. Mereka diganggu oleh makhluk-makhluk astral yang tak pernah mereka alami sebelumnya. Hal-hal inilah yang menuntun mereka menemukan misteri tentang gereja tersebut.


The Nun memang sudah benar menjalankan tugasnya sebagai movie companion dari The Conjuring Universe. Dijadikan sebagai pion untuk semakin memperluas universe-nya agar memiliki kesinambungan. Sayangnya, dengan dunianya yang semakin membesar, The Nun tidak bisa menjadi sebuah kisah yang memiliki jembatan yang baik untuk menjelaskan seperti apa sosok Valak yang menghantui keluarga Warren ini.

Sebagai origin storyThe Nun masih belum bisa menjelaskan sosok ikonik Valak dengan baik. Sepanjang 94 menitnya, The Nun seperti bingung untuk menceritakan plot ceritanya mau seperti apa. Banyak hal yang ingin diceritakan di dalam filmnya, tetapi Corin Hardy belum bisa mengelaborasinya dengan efektif. Sehingga banyak sekali missing point yang muncul di dalam film ini terlebih ketika menjelaskan tentang sosok astral ikoniknya yaitu Valak.

The Nun memang berusaha memberikan suguhan yang berbeda untuk sebuah film horor. Menjadikannya sebagai sebuah petualangan penuh misteri yang mungkin akan berbeda rasa dengan The Conjuring Universe secara keseluruhan. Gary Dauberman sebagai penulis naskah sebenarnya tahu film ini akan dibawa ke mana. Hanya saja, Corin Hardy lah yang tak memiliki visi yang kuat untuk mendukung naskah yang ditulis oleh Gary Dauberman.


Ada beberapa bagian yang mungkin akan menceritakan tentang sosok Valak hanya saja tak maksimal. Tetapi, The Nun sepertinya lebih memikirkan untuk menjadi sebuah rip-off dari film IT. Cara berceritanya hampir memiliki kemiripan dengan film horor adaptasi dari buku Stephen King tersebut. Fokus kepada karakter-karakter lain dibandingkan sosok utamanya sendiri. Tetapi, pengarahannya belum bisa membuat karakter-karakter ini bisa berkoneksi dengan penontonnya.

Fokus untuk menceritakan sosok Valaknya dengan efektif, Corin Hardy sudah bingung untuk membuat penonton merasakan bagaimana menjadi karakter-karakter di dalam filmnya. Banyak cerita-cerita tentang kisah masa lalu yang menghantui yang dirasakan oleh penontonnya agar memunculkan suasana atmosferik horor yang kuat. Sayangnya, Corin Hardy belum bisa menyuguhkan dan membangun atmosfer itu kepada penontonnya.

Alih-alih penonton ikut merasakan teror Bersama dengan karakternya, The Nun pun berubah menjadi sajian film horor yang malah kurang rasa, bahkan menuju hambar. Hal ini tentu saja karena Corin Hardy yang belum bisa mengelaborasi setiap plot dan subplotnya agar memiliki porsinya masing-masing. Tidak ada rasa ngeri yang mampu membuat penontonnya bergidik dan bahkan efek jump scares yang biasa jadi andalan pun tidak bisa tampil dengan baik.


Pengarahan yang tak kuat dari Corin Hardy inilah yang membuat The Nun tampil belum maksimal. The Nun hanyalah sebuah spin off yang terasa malas dalam presentasinya. Tetapi tentu saja The Nun adalah sebuah senjata pengeruk untung yang sangat efektif bagi The Conjuring Universe untuk bisa mengeksplorasi dunianya. The Nun tampil cukup mengecewakan bagi penonton yang ingin merasakan sensasi ditakut-takuti saat menonton film horor di bioskop. Berharap saja jika saja ada lagi, film tentang Valak ini akan membaik. Persis seperti Annabelle: Creation yang lebih baik dari jilid pertamanya.

ANNABELLE : CREATION (2017) REVIEW : Kombinasi Dua Unsur Horor yang Efektif


Kemunculan film horor laris yang disutradarai oleh James Wan yaitu The Conjuring ini membuat Warner Bros ingin membuatnya lebih besar. Selain memberikan kesempatan yang selebar-lebarnya untuk membuat sebuah sekuel, tentu Warner Bros ingin membuat The Conjuring ini memiliki cerita-cerita pengantar lainnya. Salah satunya adalah cerita tentang boneka sebagai medium arwah penasaran yang mahsyur yaitu Annabelle.

Membuat film sendiri tentang Annabelle ini telah dilakukan oleh John R. Leonetti di tahun 2014. Sayangnya, film tentang boneka menyeramkan ini tak begitu disukai oleh penikmat filmnya meskipun secara kuantitas film ini bisa dikategorikan film laris. Seakan tak puas begitu saja, Annabelle pun mendapatkan kesempatan lain untuk diceritakan. Lewat sutradara David F. Sandberg, Annabelle mempunyai panggung untuk menceritakan kisahnya paling awal lewat Annabelle : Creation.

Respon yang didapatkan pun beragam. Ada yang sudah mulai jera karena presentasi dari film Annabelle sebelumnya yang tak terlalu bagus, tetapi ada pula yang masih menantikan film ini karena berharap bisa ditakut-takuti. Meski begitu, Annabelle sendiri telah menjadi sebuah produk yang akan dikonsumsi oleh penonton karena namanya yang sudah melambung itu sendiri. Tetapi, Annabelle : Creation ini sendiri secara mengejutkan berhasil membuat penonton bersenang-senang dengan segala keseruannya sebagai film horor. 


Annabelle Creation ini sendiri menceritakan tentang awal mula sosok boneka Annabelle. Di mana, boneka ini ditemukan di sebuah rumah milik keluarga Mullins. Rumah keluarga Mullins ini diperbolehkan untuk ditinggali oleh anak-anak yatim piatu. Mereka boleh memilih kamar semau mereka, hanya saja ada satu kamar di rumah tersebut yang tidak boleh ditinggali. Kamar tersebut adalah kamar dari anak keluarga Mullins yang telah meninggal.

Tetapi, secara tidak sengaja, salah satu anak yatim piatu bernama Janice (Talitha Bateman) dan Linda (Lulu Wilson) masuk ke dalam kamar tersebut dan menemukan sebuah boneka perempuan yang menyeramkan. Setelah menemukan boneka tersebut, kejadian-kejadian aneh menghiasi rumah keluarga Mullins. Teror-teror jahat dari arwah penasaran mulai menyerang seluruh penghuni rumah tersebut. Teror jahat itu berasal dari boneka menyeramkan yang ternyata berisi roh jahat. 


Dengan cerita yang sebenarnya familiar bahkan terkesan generik di dalam genre-nya, David F. Sandberg berhasil meningkatkan reputasi spin-offdari The Conjuring universe ini. Annabelle : Creation menjadi sebuah sajian film horor yang menyenangkan untuk diikuti dengan durasinya sepanjang 109 menit. Hal yang membuat Annabelle : Creation ini berhasil adalah bagaimana David F. Sandberg tak hanya sekedar membuat sebuah film horor yang bertumpu pada kengeriannya saja.

Ada cerita pengantar dengan karakter-karakter di dalam filmnya sebagai pion para penonton bertumpu dan menemukan seseorang untuk bersimpati. Penonton bisa dibuat bersimpati dengan setiap karakternya dengan problematika hidupnya. Sehingga, secara historikal, Annabelle memiliki cerita yang lebih meyakinkan apabila dibandingkan dengan film sebelumnya.

Annabelle : Creation memiliki bangunan cerita yang juga diarahkan dengan begitu baik oleh David F. Sandberg. Dengan begitu, efek kengerian yang terjadi di dalam Annabelle : Creation akan muncul dengan sangat efektif serta memberikan dampak yang sangat besar. Hal ini bagus bagi sebuah film horor, agar tak merasa terburu-buru untuk menakut-nakuti penontonnya. Dengan adanya cerita yang bergerak dengan runtut, dampak yang terjadi kepada penonton akan terasa lebih efektif dan memiliki efek jangka panjang setelah menontonnya. 


David F. Sandberg sebagai sutradara yang sudah menangani genre serupa lewat Lights Out, berhasil memunculkan atmosfir horor yang kuat di setiap adegannya. Sehingga, teror dari boneka Annabelle ini tak hanya sekedar dengan penggunaan Jump Scares berlebihan yang tak menimbulkan efek apapun bagi penontonnya. David F. Sandberg tahu benar bagaimana memberikan efektivitas kepada film Annabelle : Creation sebagai sebuah film horor.

Hal inilah yang menjadi kekuatan utama dari Annabelle : Creation di bawah komando dari David F. Sandberg. Annabelle : Creation memanfaatkan kombinasi antara horor atmosferik yang begitu kuat. Tetapi, tak melupakan formula jump scares efektif yang juga muncul sebagai kekuatan terbaik di dalam film Annabelle : Creation. Kombinasi dua formula umum dalam film horor yang muncul sama kuatnya inilah yang berhasil membuat Annabelle : Creation menjadi salah satu film horor yang begitu menyenangkan untuk diikuti.

Dengan ruang gerak durasinya yang mencapai 109 menit, David F. Sandberg memanfaatkan betul agar film horor yang diarahkannya tak sia-sia. Annabelle : Creation memunculkan atmosfir horor dan rasa ngeri kepada penontonnya dengan sangat perlahan namun pasti. Di awal film akan muncul rasa penasaran penonton terhadap teror yang terjadi kepada Janice dan Linda. Sehingga, ketika jurus pamungkasnya hadir di paruh ketiga akhirnya, penonton bisa merasakan sensasi seru menonton film horor dengan berbagai penampakan makhluk halus tersebut.


Dengan begitu, David F. Sandberg adalah kunci utama dari film Annabelle : Creation ini secara keseluruhan. Pengarahannya yang begitu kuat berhasil membuat The Conjuring Universe semakin mengeluarkan taringnya. Lewat Annabelle : Creation pula, secara resmi The Conjuring Universe diluncurkan kepada publik. Memberikan petunjuk tentang sosok-sosok di dalam film The Conjuring yang akan mendapatkan panggung lain untuk dikembangkan.

Dan bagaimana pula adegan penutup di dalam Annabelle : Creation yang berhasil memberikan benang merah atau koneksi dengan film-film yang ada di The Conjuring Universe. Sehingga, penonton pun akan mengerti bagaimana secara historis Annabelle ini nantinya. Sehingga, sebagai sebuah prekuel dari sebuah spin-off, Annabelle : Creation berhasil memperbesar dunianya dan begitu menarik untuk diikuti kelanjutannya. Apalagi adanya cameo Valak dan after credit’s scene tentang Valak yang akan ikut menghiasi kemegahan The Conjuring Universe ini nantinya.