• Kalo kamu memang Anak generasi 90an, pasti sudah memasuki fase di mana menunggu Doraemon dan Nobita Serta...
  • Daftar Album Lagu Ungu Religi Terbaru Komplit
  • Meski diangkat dari komik dari DC yang melahirkan beberapa manusia super kelas kakap seperti Superman atau Batman, tetapi tidak berlaku untuk film ini. Dia adalah Harley Quinn.
Tampilkan postingan dengan label Sean Penn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sean Penn. Tampilkan semua postingan

[NOW STREAMING] THE FIRST (2020)

Akan menjadi perjalanan menarik dalam sebuah film atau series untuk membahas bagaimana sebuah korporasi atau seseorang yang memiliki ambisi untuk terbang menembus atmosfir. Ada banyak beberapa film atau series yang mungkin akan membahas hal serupa. Tentu, ini bukan jadi hal baru bagi industri perfilman. Tapi, bagaimana para pembuatnya ini mengemas ceritanya itu yang menjadi pembeda bagi penontonnya.


Misi perjalanan ke Mars?


Sebuah perjalanan yang menarik bila menjadi sesuatu gambar bergerak. Sama persis yang dilakukan oleh sebuah serial televisi yang ada di Mola TV berjudul The First. Serial yang dibintangi oleh Sean Penn, Natascha McElhone, Lisa Gay Hamilton ini menyoroti sebuah misi pertama dari orang-orang di Bumi untuk melakukan perjalanan ke Mars. Tapi, bukan proses perjalanannya hingga akhirnya bisa sampai ke planet lain, tapi ada konflik yang berbeda yang disoroti oleh serial ini.


The First adalah sebuah series yang dibuat di tahun 2018 ini yang memiliki 1 season dalam penayangannya. Memiliki 8 episode di dalam musim pertamanya dengan mempunyai durasi kurang lebih 45 menit di setiap episodenya. Beau Willimon, menjadi orang dibalik serial ini dan pernah menangani serial lain yang tak kalah serunya. Meski dengan tema yang berat dan terlihat akan membahas lebih tentang segala perjalanan ilmiahnya. Tapi, The First memilih untuk menyoroti hal lain dalam prosesnya.



Bukan juga dibilang proses, karena perjalanan menuju Mars ini tak semulus yang akan dikira oleh orang-orang. Sebuah korporasi besar bernama Vista memiliki ambisi besar untuk bisa melakukan perjalanan ke Mars. Misinya ini pun penting karena ingin mencari alternatif kehidupan di Mars di mana orang-orang Bumi juga bisa ikut merasakannya. Maka dari itu, Laz Ingram (Natascha McElhone), berusaha keras agar misi ini tercapai.


Dikirimlah 5 orang untuk melakukan misi ini. Tetapi, misi harus menghadapi kenyataan pahit yang tak pernah dibayangkan oleh Laz Ingram sebelumnya. Ya, misi ini gagal. Pesawat luar angkasa yang mengangkut para astronot di dalamnya mengalami kecelakaan tragis dan menewaskan semuanya. Tentu, kejadian ini membuat banyak pihak terpukul. Tak hanya Laz Ingram sebagai seorang CEO dari korporasi ini. Tetapi, juga Tom Hagerty (Sean Penn), mantan pemimpin dari grup yang akan terbang ke Mars ini.


Kegagalan yang dialami oleh para karakter di dalam film ini menjadi sebuah hal yang menarik untuk dikulik. Biasanya, ada kesan hopeful dan memperlihatkan proses untuk menjalankan sebuah misi di Mars di beberapa film atau series serupa. Tapi, serial satu ini mengambil jalan lain. Memperlihatkan sisi vulnerability dari para karakternya untuk digali lebih dalam lagi untuk bisa menimbulkan simpati kepada penontonnya.



Menarik lagi, karena The First tak hanya bermain dan fokus terhadap proses menuju misinya. Tetapi, juga konflik lain dalam pro dan kontranya. Menggunakan kegagalan yang terjadi di awal episode ini sebagai pondasi cerita juga. Menjadikannya sebagai sebuah pelajaran untuk melakukan misi terbaru di dalam serialnya. Tak hanya drama memotivasi, tetapi juga menampilkan court room drama yang menarik untuk disimak. Memperlihatkan persuasi yang dilakukan oleh karakter-karakter utamanya yang bisa menarik simpati penontonnya.


Meyakinkan bahwa misi ini adalah misi terbaru yang belum pernah dilakukan oleh orang-orang lain sebelumnya. Menunjukkan pula bahwa misi ini juga dilakukan demi masa depan manusia yang lebih baik dengan berbagai alasan. Tetapi, juga ada zona abu-abu di dalam misinya yang membuat penontonnya akan mempertanyakan tujuannya dan itu sangat menarik untuk disimak.


Nah, jadi, buat yang udah gak sabar buat nonton The First ini bisa langsung ke Mola TV. Harga langganannya juga sangat terjangkau dengan cuma Rp12.500 aja. Ini sudah termasuk langganan 30 hari. Kalau mau langsung nonton serialnya bisa langsung di sini

THE PROFESSOR AND THE MADMAN (2020) REVIEW: Proses Mencari Definisi Sebuah Kata


Mendefinisikan kata dengan kata-kata yang lain. Gimana ya proses terbentuknya pengertian itu sendiri?


Pernah sih terbesit sendiri dalam pikiran gimana proses terbentuknya sebuah pengertian atas sebuah kata itu sendiri. Jawaban ini hadir lewat film yang dibintangi oleh Sean Penn dan Mel Gibson terbaru yaitu The Professor and The Madman. Film ini diangkat dari sebuah buku berdasarkan kisah nyata dari kisah James Murray dan rekannya, William Chestor Minor yang disutradarai oleh Farhad Safinia. Di sinilah, bisa ditemukan tentang proses yang sedang dipertanyakan di atas.


Selain dua bintang legend yang ikut andil dalam project ini, buat penggemar Game of Thrones, akan menemukan Natalie Dormer. Menjadi sosok karakter yang berbeda dibandingkan dengan karakter-karakter dia sebelumnya. Naskahnya sendiri ditulis ramai-ramai oleh John Boorman, Todd Komarnicki, dan Farhad Safinia. Film ini menarik untuk diikuti hingga akhir. Mengetahui dua karakter utamanya dengan latar belakang berbeda tetapi memiliki satu tujuan yang sama yaitu untuk membuat sebuah Oxford English Dictionary.



Dibuka dengan sebuah adegan di mana, William Chestor Minor (Sean Penn) diadili oleh banyak pihak atas apa yang dia lakukan. Iya, dia baru saja melakukan tindak kriminal. Menembak seseorang tak bersalah yang mana dia adalah seorang kepala keluarga dari keluarga kecil yang hidup serba kekurangan. Tindakannya ini ternyata dari efek trauma yang dimilikinya saat menjadi prajurit perang. Tetapi, dia tetap harus bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan. Mencoba untuk meminta maaf kepada Eliza (Natalie Dormer), istri yang ditinggalkan beserta keluarganya.


Di kehidupan yang lain, James Murray sedang berjibaku melakukan risetnya untuk membuat sebuah Oxford English Dictionary yang menjadi tujuan utama hidupnya. Memberikan definisi tentang kata yang membutuhkan bantuan banyak pihak hingga disebarkanlah sebuah sayembara ke penjuru negara. Hingga William juga terdengar pula akan sayembara ini. William yang suka membaca pun mengirimkan kontribusinya. Sekaligus, ini adalah cara dia untuk berusaha sembuh dari traumanya.


Dua orang yang beda, tapi satu tujuan.

Ini yang bikin komposisi cerita dari The Professor and The Madman ini menarik untuk diikuti. Selama 130 menit, film ini berusaha untuk menggali cerita antara keduanya. Tujuannya, ya biar penonton bisa menaruh empati antara kedua karakter ini. Karena penonton juga harus paham latar belakang mereka yang berbeda ini bisa aja jadi halangan dengan tujuan mereka yang sama. Dan gimana sih caranya mereka bisa ketemu di satu titik dan di satu suara yang sama.

Farhad Safinia berhasil mengajak penontonnya untuk menilik kisah-kisah karakternya. Bagaimana proses berkembangnya karakter William yang berusaha lepas dengan trauma dan segala kebingungannya dengan proses pengadilan. Begitu pula dengan karakter James Murray yang berjuang untuk akhirnya mendapatkan apresiasi dan dukungan atas tujuannya membuat Oxford English Dictionary ini.

Perkembangan ini yang nantinya jadi modal untuk sang sutradara untuk menggabungkan keduanya hingga berada di satu linimasa. Meskipun, masih ada celah bagi sang sutradara untuk bisa menggabungkannya dengan cara yang lebih halus. Ada beberapa cerita juga di antara keduanya yang bisa digali hingga informasinya bisa tersampaikan dengan lebih maksimal lagi.

Beruntung, itu semua tertutup dengan performa yang sangat maksimal dari Sean Penn dan Mel Gibson. Mereka bisa memberikan performa yang kuat dan meyakinkan penontonnya untuk bisa menaruh simpati kepada karakternya. Begitu pula dengan performa Natalie Dormer yang juga bisa membuat penonton paham atas penderitaan yang dia rasakan. Dibantu dengan sinematografi yang mampu memperkuat atmosfir filmnya.

Sehingga, The Professor and The Madman ini sebagai sebuah film berhasil menjadi sebuah sajian yang penuh intrik dan menarik untuk diikuti. Mendalami kisah tentang mencari definisi sebuah kata dengan penuh akan proses yang mungkin belum pernah disaksikan sebelumnya. 


Film The Professor and The Madman ini adalah #MolaMovieExclusive. Jadi, kamu bisa tonton filmnya di Mola TV. Apalagi, sekarang Mola TV ada paket baru buat akses HBO GO juga cuma Rp65.000 untuk 1 bulan. Tapi, langganannya yang Rp12.500 juga masih ada, kok. Abis langganan, langsung aja tonton filmnya di sini