• Kalo kamu memang Anak generasi 90an, pasti sudah memasuki fase di mana menunggu Doraemon dan Nobita Serta...
  • Daftar Album Lagu Ungu Religi Terbaru Komplit
  • Meski diangkat dari komik dari DC yang melahirkan beberapa manusia super kelas kakap seperti Superman atau Batman, tetapi tidak berlaku untuk film ini. Dia adalah Harley Quinn.
Tampilkan postingan dengan label Mola TV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mola TV. Tampilkan semua postingan

[NOW STREAMING] ROMULUS (2020)

Mitologi Romawi dan hal-hal historis lainnya bisa jadi sangat menarik untuk disimak ceritanya. Apalagi jika berbicara tentang bagaimana Kota Roma terbentuk. Tentu, tak bisa lepas dengan cerita tentang Romulus dan Remus. Buat yang suka banget cerita-cerita bertema medieval yang mengulik tentang sisi sejarah dari sebuah kota, Mola TV punya sebuah mini seri yang bisa kamu tonton di sana.

Romulus, sebuah mini seri yang dibuat oleh Matteo Rovere ini setiap episodenya memiliki durasi 1 jam. Menarik untuk mengikuti kisah yang ditawarkan oleh Matteo dalam serial Romulus ini. Tentu berdasarkan sebuah kisah nyata tentang bagaimana Kota Roma terbentuk. Tetapi, ini tidak bisa menjadi tolak ukur utama buat penontonnya untuk mengetahui secara persis bagaimana sejarah tentang Kota Roma. 

Tetapi, setidaknya lewat serial satu ini, penonton mendapatkan sesuatu hal yang menarik dan mendapatkan sebuah kisah garis besar tentang terbangunnya salah satu kota terbesar di Italia. Yang membuat serial televisi ini makin menarik adalah bagaimana ceritanya dikisahkan dengan bahasa aslinya. Jadi, bahasa Latin kuno menjadi bahasa yang dipakai untuk setiap dialog dari film ini. Hal ini yang membuat serial satu ini menjadi semakin menarik dan terasa lebih autentik untuk menceritakan kisah tentang awal mula Kota Roma yang menarik ini.

Kisah dari serial ini dimulai dari sebuah bencana besar melanda 30 suku yang ada di sana. Mereka harus mengalami kekeringan yang cukup lama dan membuat mereka tidak bisa menikmati air bersih untuk kehidupan sehari-hari mereka. Tentu, ini menjadi sebuah masalah besar di negara mereka. Maka dari itu, beberapa raja besar berusaha berkumpul untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menunggu petunjuk dari Dewa.

Harus ada yang berkorban agar bencana kekeringan ini segera berakhir dan yang berkorban adalah Raja Numitor. Dia harus mengasingkan diri dan memberikan tahta kepada cucu kembarnya yaitu Enitos dan Yemos. Tetapi, permasalahan nggak berhenti sampai disitu saja. Karena ada banyak masalah yang disampaikan di dalam serial ini hingga konflik berakhir. 

Menarik dari Romulus adalah mereka memiliki banyak cabang cerita dengan satu konflik utama yang sama. Memiliki 3 point of view yang berbeda dari karakter-karakternya tentang konflik di sepanjang serialnya ini. Dari kisah pengasingan Raja Numitor, lalu bagaimana Yemos dan Wiros ikut andil dalam segala masalahnya, hingga sebuah sudut pandang lain dari seorang pendeta perempuan bernama Ilia. 

Tentu dengan banyak sudut pandang dan karakter di dalam serial ini akan membuat kisah-kisah di dalamnya akan semakin kaya. Menjadikan setiap episodenya akan semakin menarik untuk diikuti apalagi bagi orang-orang yang menyukai serial dengan tipe cerita serupa. Kompleksitas ceritanya juga akan semakin bertambah apalagi kisah ini juga memiliki dasar cerita dari sejarah yang sama.

Belum lagi unsur-unsur lain di dalam serial ini yang menarik untuk disimak. Mulai dari tatanan set produksi yang megah sekaligus meyakinkan. Sehingga, penonton juga akan ikut tenggelam menikmati kisahnya yang terasa begitu nyata. Karena mereka bisa membangun nuansa abad 8 sebelum Masehi dengan begitu detail dengan skala yang cukup masif. Apalagi didukung dengan pemilihan aktor dan aktrisnya yang berasal dari Italia dengan penggunaan bahasa yang terasa lebih akurat.

Jelas, ini menjadi salah satu serial menarik yang dimiliki oleh streaming platform Mola TV. Apalagi, streaming platform ini official karena bekerjasama dengan Sky Italia untuk menayangkan setiap episode dari Romulus secara bersamaan. Makanya, tinggal langganan aja Mola TV cuma Rp12.500,00 dan dapetin aksesnya selama sebulan. Buat yang mau nonton serialnya bisa langsung di sini.

[NOW STREAMING] MOLA LIVING LIVE: Menilik Kehidupan Para Bintang


Pernah gak sih punya keinginan untuk tahu lebih dekat dengan beberapa nama terkenal dan mengetahui apa aja sih yang dibahas sama mereka? Mencari-cari info tentang mereka mungkin bisa jadi salah satu cara. Tapi, itu pun belum tentu bisa menjawab beberapa kebutuhan informasi yang ingin kita dapat.

Nah, Mola TV, sebagai salah satu platform streaming ini punya segmen sendiri biar bisa mengenal lebih dekat dengan nama-nama terkenal. Maka dari itu, Mola TV menyediakan ruang untuk mendekatkan penonton dengan nama-nama besar ini dengan lebih intimate yaitu Mola Living Live. Ini adalah acara di mana nama-nama besar akan bisa memberikan inspirasi secara langsung bagi para penontonnya agar bisa terasa lebih dekat.

Sudah ada banyak nama yang terlibat dalam acara Mola Living Live ini. Pastinya, nama-nama lain yang bakal terlibat bakal terus bertambah, nih. Mulai dari Luc Besson, Mike Tyson, Sharon Stone, Darren Aronofsky, hingga Spike Lee sudah dihadirkan untuk menginspirasi penonton yang memang passion dengan bidang yang ditekuni oleh nama-nama tersebut.


Dengan banyaknya nama-nama terkenal yang ada di dalam acara ini, tak membuat mereka membicarakan hal-hal yang sama. Tentu ada banyak topik yang bakal diangkat di setiap episode di Mola Living Live ini dan ternyata setiap nama-nama besar memiliki hal-hal yang menarik untuk dikulik. Ada sisi lain pula yang membuat wawancara yang dilakukan di acara ini tetap menarik untuk ditonton sampai akhir.


Tenang, bakal ada moderator keren yang nemenin sampai acara ini selesai juga kok. Para moderator ini juga disesuaikan dengan para bintang yang sedang hadir dan sesuai dengan bidang masing-masing. Mulai dari Reza Rahadian, Timo Tjahjanto, hingga Susi Pudjiastuti. Wah, jelas bakal menarik banget mengetahui moderatornya pun memiliki dasar pengetahuan yang sama yang membuat penonton bisa mendapatkan informasi yang jadi lebih kaya.


Membahas tentang perjalanan hidup para bintang dari awal hingga akhir. Problematika apa yang ditemukan oleh mereka. Hingga, membahas tentang proyek-proyek apa yang mereka kerjakan. Wah, ini pasti jadi bocoran buat kamu biar tahu apa aja sih yang mereka lakukan. Siapa tahu, kamu sebagai penggemar dari nama-nama tersebut bisa semakin kenal dan tahu bahkan bisa semakin excited untuk menantikan karya-karya terbaru yang akan mereka buat.


Maka dari itu, Mola Living Live juga gak bakal berhenti untuk terus mencari narasumber lain untuk bisa memberikan tontonan yang menginspirasi. Di tanggal 16 Desember 2020 nanti, Robert De Niro yang bakal hadir untuk membagikan ceritanya kepada penonton Mola TV yang ada di rumah. Jadi, buat kamu yang sudah mengagumi performa akting dari aktor legendaris ini saatnya siap-siap menyiapkan pertanyaan, karena kamu bisa tanya langsung di sesi tanya jawab.


Menilik dulu, siapa itu Robert De Niro, dia adalah salah satu aktor legendaris yang pernah terjun ke beberapa film dalam rekam jejaknya. Sudah juga bekerjasama dengan berbagai macam sineas legendaris pula seperti Martin Scorsese dengan berbagai judul. Dari Taxi Driver hingga The Irishman. Ada pula kolaborasinya dengan Michael Mann lewat Heat dan masih banyak lagi.


“One of the things about acting is it allows you to live other people's lives without having to pay the price.” - Robert De-Niro.


Sebuah kalimat menarik dari Robert De-Niro tentang bagaimana dirinya mencintai dunia perannya. Wah, bakal menjadi diskusi yang menarik nih.


Jadi, langsung siap-siap buat langganan Mola TV sekarang. Cuma Rp12.500 aja, kamu udah bisa akses selama satu bulan. Gak cuma bisa nonton acara keren ini, kamu juga bisa cari-cari film hidden gem yang keren-keren nih. Dengan pembayaran yang mudah pula, karena bisa memakai banyak metode pembayaran. Jadi, langsung streaming sekarang di sini dan jangan sampai ketinggalan ya!

RIG 45 (2020) REVIEW: Kehidupan di Anjungan Penuh Malapetaka

Penasaran seperti apa sih kehidupan di sebuah anjungan?

Bakal ada banyak cerita yang bisa diangkat dengan premis cerita seperti ini. Bisa dengan kisah-kisah uplifting atau malah jadi cerita penuh misteri. Poin kedua yang disebutkan ini tadi yang diangkat oleh kreator dari sebuah series yang barus aja ditonton di Mola TV. Ola Noren dan Roland Ulvselius membuat sebuah kisah thriller dengan judul Rig 45.

Tak hanya dibuat menjadi satu film lepas, tapi menjadi sebuah limited series. Memiliki 6 episode dengan durasi masing-masing 45 menit, Rig 45 ini memiliki nuansa misteri yang kental. Dibintangi oleh beberapa nama seperti Lisa Henni, Gary Lewis, Joi Johansson, Judith Roddy, Christine Walker, dan masih banyak lagi. Mereka memerankan sebuah tim di anjungan tersebut yang sedang diteror oleh beberapa kejadian aneh.

Apa tuh kejadiannya?

Bukan, bukan kejadian supranatural. Tetapi, ada banyak kecelakaan janggal yang menimpa anggota tim Rig 45 yang sedang menjalankan tugas. Inilah yang membuat Andrea (Christine Walker) harus meninggalkan keluarganya di hari Natal untuk mengidentifikasi kasus tersebut. Andrea tidak bisa menolak karena ini adalah tugas dari atasannya. Sekaligus, menjadi ajang pembuktian dirinya agar bisa mendapatkan jabatan yang lebih tinggi di tempat dia bekerja.

Ketika sampai Andrea di Rig 45 dan melakukan investigasi, ada banyak sekali kejanggalan laporan-laporan yang telah dibuat. Belum lagi, dia juga harus menghadapi dengan anggota tim Rig 45 yang tak menyambutnya dengan baik. Tapi, tak hanya berhenti sampai di situ. Semenjak kedatangan Andrea pula lah, semakin banyak kejadian janggal yang menyerang setiap anggota tim Rig 45. Ada seseorang yang berusaha menyakiti mereka.

Nonton Rig 45 memang bikin deg-degan sepanjang musimnya. Penonton akan diajak untuk mengikuti setiap kejadian yang terjadi di anjungan yang penuh tragedi dan misteri ini. Cukup perlahan memang serial ini dimulai. Menyoroti terlebih dahulu kehidupan karakter Andrea yang memiliki problematika sendiri dengan dirinya dan keluarganya. Tetapi, hal itu tak berlangsung lama hingga akhirnya masuk ke konflik utamanya.

Dari adegan pembuka di episode pertamanya saja, penonton sudah diberikan sebuah adegan yang bikin kaget. Memperlihatkan salah satu anggota timnya yang jatuh saat bertugas dan membuat dirinya meregangkan nyawa. Adegan yang mendadak ini sudah membangun tensi bagi serial ini. Membuat penontonnya penasaran apa yang akan terjadi di sisa-sisa episode-nya yang tergolong cukup singkat ini nantinya.

Tapi, serial ini tak hanya fokus untuk mencari siapa pembunuhnya dengan straightforward. Tapi, penonton juga akan diajak untuk menyelami masa lalu kelam dari para karakter dan histori dari Rig 45 sendiri di masa lalunya. Ada beberapa kisah lama yang terkuak yang akan menjadi kunci dari serial ini nantinya di episode terakhir. Serta, penonton akan merasakan beberapa anomali dalam karakter-karakternya. Sehingga, semakin mempersulit penonton untuk menebak siapa yang melakukan kejahatan ini semua.

Serial yang bekerjasama dengan beberapa negara Eropa dan Amerika ini pintar dalam menutup misteri. Setiap kejadian janggal yang terjadi juga ditaruh pas di ending setiap episode sebagai bekal serta alasan bagi penontonnya untuk mau melanjutkan kisah selanjutnya dari serial ini. Salah satu alasan serial ini betah ditonton juga dengan performa para pemainnya ini. 

Semua jajaran pemainnya berhasil menerjemahkan keambiguitasan setiap karakternya dengan baik. Penonton yang awalnya tidak bersimpati dengan satu karakter di awal-awal, bisa jadi berubah pikiran di menuju akhir dan sebaliknya. Maka dari itu, seru untuk mengikuti kisah dari serial Rig 45 ini. Seperti sedang membaca kisah-kisah misteri dari Agatha Christie.

Salah satu serial televisi hidden gem yang ada di Mola TV dan wajib kamu tonton nih. Makanya, langganan Mola TV dulu deh. Cuma Rp12.500, udah bisa dapetin aksesnya selama satu bulan. Mau nonton film atau series yang gak pernah diomongin orang tapi gak kalah serunya dengan yang lain juga ada. Siapa tahu, juga bisa rekomendasiin tontonan baru ke yang lainnya. Kalau mau nonton serial ini, cek di sini

HUMANS (2020) REVIEW: Saat Robot dan Manusia Harus Hidup Bersama


Hidup berdampingan dengan robot? Gimana rasanya, ya?

Bisa jadi hal yang sangat membantu sih. Tapi, kalo misal ternyata robot ini punya kesalahan teknis, wah bisa bikin masalah juga. Kisah tentang manusia dan robot ini yang berusaha hadir di sebuah serial berjudul Humans. Kemarin nemu serial ini di Mola TV karena habis aja langganan selama sebulan yang harganya murah banget; cuma Rp12.500.

Tertarik serial ini karena ada Gemma Chan yang pernah main di beberapa film Marvel dan juga Crazy Rich Asians. Humans adalah serial yang terdiri dari 8 episode di dalam season pertamanya dan dirilis di UK di tahun 2015. Semakin menarik karena ingin tahu gimana sih awal-awal karir dari Gemma Chan. Selain itu, series ini juga dibintangi oleh Lucy Carless dan Katherine Parkinson.


Selain itu, serial ini juga punya premis yang menarik terutama bagi para penggemar genre science fiction. Tak hanya menilik tentang bagaimana robot ini bisa terbentuk dan akhirnya membantu kehidupan manusia. Tetapi juga menilik jauh lebih dalam tentang interaksi antara manusia dan robot ini sendiri. Menanyakan tentang eksistensi manusia di bumi yang bisa saja digantikan oleh robot yang sudah memiliki fungsi yang sama. Serta, serial ini juga menilik lagi persona sebuah robot yang ternyata bisa berbeda dari biasanya.



Episode pertama dibuka dengan sebuah keluarga yang sedang merasa kesusahan untuk mengurusi setiap anggota keluarganya. Mereka adalah keluarga Hawkins. Laura (Katherine Parkinson) dan Joe (Tom Goodman-Hill), sebagai orang tua yang sama-sama sibuk tak bisa secara penuh memperhatikan anak-anaknya. Joe akhirnya memutuskan untuk mengangkat seorang sintetik atau android bernama Anita (Gemma Chan). Robot ini menjadi pengawas dan penjaga ketiga anaknya. 


Tetapi, Laura merasa keberadaannya sebagai seorang Ibu serasa digantikan. Karena sang anak bungsu dari Laura lebih senang bila Anita berada di sisinya. Tetapi, ada hal lain yang bikin mereka curiga dengan android yang dia bawa pulang ini. Ada sesuatu yang kelam yang berusaha disembunyikan oleh Anita dan beberapa android lain yang teridentifikasi berbeda.



Gak cuma mereka, tapi ada kisah-kisah lainnya juga.


Selain fokus ke keluarga Hawkins, di serial ini juga punya karakter lain yang membuat konfliknya jadi lebih kaya. Bukan hanya menyoroti satu konflik dengan scoop kecil, tapi juga memberikan menyoroti konflik lain dari karakter yang berbeda, namun juga memiliki problematika yang serupa. Mungkin karena serial ini punya banyak ruang untuk dieksplor. Di setiap episode-nya, serial ini punya intrik yang semakin lama semakin menarik untuk diikuti.


Membuat penontonnya penasaran, seperti apa nasib para karakternya. Trauma apa yang dialami oleh setiap karakternya. Sebuah kekacauan apa yang terjadi ketika android dan manusia hidup berdampingan satu sama lain. Menggantikan pekerjaan yang biasa dilakukan manusia tetapi di sisi lain manusia lah yang menciptakan sang android itu sendiri.


Dari kisah di mana android lain yang ternyata dianggap “berbeda” ini melakukan sebuah tindakan yang ternyata di luar ekspektasi orang yang membuatnya. Bagaimana akhirnya keluarga Hawkins menerima Anita sebagai seseorang yang penting di keluarga mereka. Belum lagi karakter lain yang berbeda-beda awalnya, tapi semakin lama mereka memiliki satu benang merah yang membuat setiap ceritanya ternyata terkoneksi satu sama lain.



Kisah-kisah setiap karakternya yang menarik inilah yang membuat Humans sangat enak untuk diikuti di setiap episode-nya. Meski dengan premis yang cukup berat, tapi dikemas dengan cara yang ringan. Sehingga, film ini lebih menyoroti slice of life dari setiap karakternya. Bukan tentang percobaan ilmiah dengan teori-teori berat yang membuat pusing kepala.


Sehingga, penonton yang belum tentu familiar dengan tema-tema fiksi ilmiah seperti ini pun bisa dengan mudah menikmati setiap ceritanya. Dengan durasi episode yang cuma 45 menit, akan dengan sangat mudah buat menyelesaikan musim pertama dari Humans. Gak bakalan kerasa, tiba-tiba sudah berada di penghujung musimnya. Nah, kalo kamu mau nonton Humans, langsung aja ke Mola TV atau klik link di sini

THE PROFESSOR AND THE MADMAN (2020) REVIEW: Proses Mencari Definisi Sebuah Kata


Mendefinisikan kata dengan kata-kata yang lain. Gimana ya proses terbentuknya pengertian itu sendiri?


Pernah sih terbesit sendiri dalam pikiran gimana proses terbentuknya sebuah pengertian atas sebuah kata itu sendiri. Jawaban ini hadir lewat film yang dibintangi oleh Sean Penn dan Mel Gibson terbaru yaitu The Professor and The Madman. Film ini diangkat dari sebuah buku berdasarkan kisah nyata dari kisah James Murray dan rekannya, William Chestor Minor yang disutradarai oleh Farhad Safinia. Di sinilah, bisa ditemukan tentang proses yang sedang dipertanyakan di atas.


Selain dua bintang legend yang ikut andil dalam project ini, buat penggemar Game of Thrones, akan menemukan Natalie Dormer. Menjadi sosok karakter yang berbeda dibandingkan dengan karakter-karakter dia sebelumnya. Naskahnya sendiri ditulis ramai-ramai oleh John Boorman, Todd Komarnicki, dan Farhad Safinia. Film ini menarik untuk diikuti hingga akhir. Mengetahui dua karakter utamanya dengan latar belakang berbeda tetapi memiliki satu tujuan yang sama yaitu untuk membuat sebuah Oxford English Dictionary.



Dibuka dengan sebuah adegan di mana, William Chestor Minor (Sean Penn) diadili oleh banyak pihak atas apa yang dia lakukan. Iya, dia baru saja melakukan tindak kriminal. Menembak seseorang tak bersalah yang mana dia adalah seorang kepala keluarga dari keluarga kecil yang hidup serba kekurangan. Tindakannya ini ternyata dari efek trauma yang dimilikinya saat menjadi prajurit perang. Tetapi, dia tetap harus bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan. Mencoba untuk meminta maaf kepada Eliza (Natalie Dormer), istri yang ditinggalkan beserta keluarganya.


Di kehidupan yang lain, James Murray sedang berjibaku melakukan risetnya untuk membuat sebuah Oxford English Dictionary yang menjadi tujuan utama hidupnya. Memberikan definisi tentang kata yang membutuhkan bantuan banyak pihak hingga disebarkanlah sebuah sayembara ke penjuru negara. Hingga William juga terdengar pula akan sayembara ini. William yang suka membaca pun mengirimkan kontribusinya. Sekaligus, ini adalah cara dia untuk berusaha sembuh dari traumanya.


Dua orang yang beda, tapi satu tujuan.

Ini yang bikin komposisi cerita dari The Professor and The Madman ini menarik untuk diikuti. Selama 130 menit, film ini berusaha untuk menggali cerita antara keduanya. Tujuannya, ya biar penonton bisa menaruh empati antara kedua karakter ini. Karena penonton juga harus paham latar belakang mereka yang berbeda ini bisa aja jadi halangan dengan tujuan mereka yang sama. Dan gimana sih caranya mereka bisa ketemu di satu titik dan di satu suara yang sama.

Farhad Safinia berhasil mengajak penontonnya untuk menilik kisah-kisah karakternya. Bagaimana proses berkembangnya karakter William yang berusaha lepas dengan trauma dan segala kebingungannya dengan proses pengadilan. Begitu pula dengan karakter James Murray yang berjuang untuk akhirnya mendapatkan apresiasi dan dukungan atas tujuannya membuat Oxford English Dictionary ini.

Perkembangan ini yang nantinya jadi modal untuk sang sutradara untuk menggabungkan keduanya hingga berada di satu linimasa. Meskipun, masih ada celah bagi sang sutradara untuk bisa menggabungkannya dengan cara yang lebih halus. Ada beberapa cerita juga di antara keduanya yang bisa digali hingga informasinya bisa tersampaikan dengan lebih maksimal lagi.

Beruntung, itu semua tertutup dengan performa yang sangat maksimal dari Sean Penn dan Mel Gibson. Mereka bisa memberikan performa yang kuat dan meyakinkan penontonnya untuk bisa menaruh simpati kepada karakternya. Begitu pula dengan performa Natalie Dormer yang juga bisa membuat penonton paham atas penderitaan yang dia rasakan. Dibantu dengan sinematografi yang mampu memperkuat atmosfir filmnya.

Sehingga, The Professor and The Madman ini sebagai sebuah film berhasil menjadi sebuah sajian yang penuh intrik dan menarik untuk diikuti. Mendalami kisah tentang mencari definisi sebuah kata dengan penuh akan proses yang mungkin belum pernah disaksikan sebelumnya. 


Film The Professor and The Madman ini adalah #MolaMovieExclusive. Jadi, kamu bisa tonton filmnya di Mola TV. Apalagi, sekarang Mola TV ada paket baru buat akses HBO GO juga cuma Rp65.000 untuk 1 bulan. Tapi, langganannya yang Rp12.500 juga masih ada, kok. Abis langganan, langsung aja tonton filmnya di sini

THE MYSTERY OF DRAGON SEAL (2020) REVIEW: Film Kolaborasi 3 Negara yang Menarik

C:\Users\user\Downloads\Poster.jpg

Emang Mola TV ini banyak banget hidden gems-nya. Apalagi, ada banyak banget pula film-film eksklusif yang tayang di sana. Setelah kemarin, Waiting for The Barbarians yang baru saja ditonton lewat streaming service satu ini. Akhirnya berkesempatan juga nonton The Mystery of Dragon Seal yang hanya tayang eksklusif di sana. Yang bikin menarik adalah di film ini adalah hasil kolaborasi dari 3 negara yaitu Inggris, Rusia, dan China.


Selain itu, ada dua aktor legendaris yang ternyata bisa juga bermain di dalam satu frame. Mereka udah jago-jago banget pula kalo mainnya di film-film aksi kayak gini. Mereka adalah Jackie Chan dan Arnold Schwarzenegger!


Nonton Jackie Chan dan Arnold Schwarzenegger di satu film?


Ini nih yang ditunggu-tunggu. Dua legend film action bisa ada di satu frame. Ini nih yang terjadi di film The Mystery of Dragon Seal. Film ini disutradarai oleh Oleg Stepchenko yang berkebangsaan Rusia. Itu lah kenapa film ini juga syuting di 3 negara yang berbeda. Dari negara Inggris, Rusia, dan China. Menarik karena ada banyak budaya juga yang bisa ditampilkan di dalam filmnya.


Yang menarik adalah ternyata film ini adalah sekuel dari film Forbidden Empire yang juga disutradarai oleh Oleg Stepchenko. Film ini pun berdasarkan buku yang ditulis oleh Nikolai Gogol. Selain Jackie Chan dan Arnold Schawarzenegger, film ini juga dibintangi oleh actor Inggris bernama Jason Flemyng. Tentu, film ini bakal penuh dengan banyak aksi.


Meski sebagai sebuah sekuel, The Mystery of Dragon Seal ini bisa berjalan sebagai sebuah film sendiri. Penonton awam yang tak mengikuti film ini juga tetap bisa terhibur dengan segala petualangannya dan aksinya yang lumayan menghibur. Ini mungkin menjadi daya Tarik dari film The Mystery of Dragon Seal selain dua nama aktor legendaris yang berada di satu frame.


Masalah cerita, ini mungkin agak rumit untuk diikuti bagi yang belum mengikuti film pertamanya. Jadi, harus diperhatikan betul agar nantinya bisa mengikuti segala keseruan petualangan cerita di 2 jam film ini.


The Mystery of Dragon Seal ini menceritakan tentang seorang penjelajah dari Inggris bernama Jonathan Green yang melanjutkan misi perjalanannya. Dia diutus oleh Peter The Great (Yuri Kolokolnikov) untuk melakukan perjalanan ke daerah Rusia Timur. Perjalanannya ini bakal berlangsung sampai China. Tapi, di tengah perjalanannya, dia bertemu dengan berbagai macam karakter dan petualangan baru. Di sini nih masalah muncul, ada misteri yang perlahan terkuak hingga akhirnya memunculkan peperangan yang besar. 


Mungkin ada berbagai macam cerita yang berusaha disampaikan dari The Mystery of Dragon Seal. Ini yang membuat penonton untuk ekstra perhatian agar tidak salah memahami jalan ceritanya. Tapi, penonton pun bisa menikmati kisah-kisah dunia di dalam film ini yang sangat menarik. Ada banyak creatures lucu, menggemaskan, dan menarik yang bisa ditonton sepanjang film. Bagi penonton yang suka dengan film-film serupa ini mungkin gak boleh ketinggalan. 


Building universe dan sinematografi di The Mystery of Dragon Seal ini punya banyak banget potensi untuk jadi sajian yang lebih besar. Dengan segala unsur fantasi yang ada, The Mystery of Dragon Seal masih bisa jadi tontonan hiburan. Memandangi visual efeknya dengan vibran yang menarik saja sudah oke. Ditambah dengan melihat Jackie Chan dan Arnold Schwarzenegger berada di dalam satu adegan dengan spektakel aksi yang lumayan seru.


Film kerjasama dengan 3 negara ini dinaungi oleh salah satu production house dari China yang juga Jackie Chan turut andil. Jadi, bisa banget buat kamu masukin The Mystery of Dragon Seal di dalam daftar tontonan kamu. Setidaknya kamu tahu gimana sih film yang menggabungkan 3 negara dalam pembuatannya. Kultur seperti apa yang bakal tampil di dalam film tersebut.


Nah, film ini tayang secara eksklusif hanya di Mola TV nih. Dengan langganan paket yang murah juga kok. Cuma Rp12.500 per bulannya dan kamu bisa tonton The Mystery of Dragon Seal bagi yang penasaran. Selain itu, ada banyak hidden gems juga di dalam streaming service satu ini! Tonton filmnya di SINI