• Kalo kamu memang Anak generasi 90an, pasti sudah memasuki fase di mana menunggu Doraemon dan Nobita Serta...
  • Daftar Album Lagu Ungu Religi Terbaru Komplit
  • Meski diangkat dari komik dari DC yang melahirkan beberapa manusia super kelas kakap seperti Superman atau Batman, tetapi tidak berlaku untuk film ini. Dia adalah Harley Quinn.
Tampilkan postingan dengan label Chris Evans. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chris Evans. Tampilkan semua postingan

AVENGERS: ENDGAME (2018) REVIEW: Perjalanan Investasi Emosi Yang Luar Biasa

Ya, Infinity War hanya berjarak satu tahun lalu, tetapi rasanya penantian itu sudah terasa lama. Semenjak serangan Thanos yang membuat 50 persen orang di dunia menghilang dan jadi debu, banyak penonton yang sangat menantikan kisah selanjutnya dari para kumpulan manusia super milik Marvel ini. Bahkan, pengumuman sub judulnya pun sudah sangat dinantikan oleh para penontonnya. Dan, diumumkan lah, bahwa Avengers: Endgame menjadi judul resmi dari film keempatnya ini.

Marvel pun tak memberikan banyak bocoran tentang filmnya. Hanya ada beberapa poster dan beberapa klip yang katanya pun hanya 10 menit pertama dari filmnya. Ini tentu membuat orang dan fans Marvel memiliki asumsi dan teorinya masing-masing sampai filmnya dirilis. Tetapi, langkah yang diambil oleh Marvel ini sudah benar. Avengers: Endgame tentu sebuah worldwide phenomenon yang sakral untuk diberi teaser lebih.

Tentu saja, para pemain di film ini hanya tinggal yang tersisa dan bisa bertahan hidup dari serangan Thanos. Lebih tepatnya sisa Original Six, yang terdiri dari Chris Evans, Robert Downey Jr, Chris Hemsworth, Scarlett Johansson, Jeremy Renner, dan Mark Ruffalo. Komandan pengarahannya pun masih dipegang oleh Anthony & Joe Russo melanjutkan tongkat estafetnya dari Avengers: Infinity War. Begitu pula dengan penulis naskahnya, Christopher Markus dan Stephen McFeely yang sudah dipercaya sejak Captain America pertama.


Membangun sebuah dunia fiksi tentu bukanlah suatu hal yang mudah. Membangunnya secara perlahan adalah kunci hingga pada akhirnya hal itu bisa dituai dengan utuh. Seperti yang dilakukan oleh Kevin Feige yang sudah berinvestasi selama 11 tahun sejak fase pertamanya yang dimulai dari Iron Man pertama milik Jon Favreau. Semuanya tak mudah, perjalanan terjalnya pun pasti ada. Terlebih di fase kedua, yang beberapa instalmennya tak sebegitu solid secara presentasinya.

Hingga di fase ketiga, semuanya mulai ada pembeda. Setiap origin story sudah memiliki gaya dan ciri khasnya masing-masing dan tentu saja perjalanan linimasanya semakin penuh akan kompleksitas. Apalagi ditambah dengan perjalanan Avengers: Infinity War yang memberikan pendekatan yang berbeda di antara film Avengers lainnya. Tentu, Avengers: Endgame menjadi kunci dalam fase ini. Dan film ini menjadi hasil dari apa yang diinvestasikan oleh Kevin Feige bertahun-tahun. Semuanya terasa indah dan sangat luar biasa.

Avengers: Endgame tentu saja dimulai persis linimasanya setelah kejadian yang ada di Avengers: Infinity War. Captain America (Chris Evans), Iron Man (Robert Downey Jr.), Thor (Chris Hemsworth), Black Widow (Scarlett Johansson), Hawkeye (Jeremy Renner), dan Hulk (Mark Rufallo) sedang dalam kondisi yang terpuruk karena menganggap dirinya telah kalah dalam peperangan. Ya, merekalah manusia berkekuatan super yang tersisa di muka bumi ini sekaligus menjadi harapan.

Tetapi, mereka tak selamanya mau menenggelamkan diri mereka dalam kesedihan. Mereka merasa bahwa sekarang waktunya untuk bangkit untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan mereka-mereka yang tiba-tiba lenyap dair muka bumi. Mereka mencari sosok Thanos untuk melakukan pertarungan sekali lagi dan mengalahkannya. Hingga, keadaan dalam bumi bisa kembali seperti semula.


Tak menjelaskan lebih detil lagi tentang plot yang terjadi di dalam film Avengers: Endgame. Menjelaskannya secara rinci akan membuat keseruannya berkurang. Apa yang terjadi di dalam Avengers: Endgameini tentu adalah sebuah pencapaian terbesar dalam sejarah perfilman supehero milik Marvel. Bahkan, bila boleh berhiperbola sedikit, Avengers: Endgame adalah sebuah pencapaian terbesar dalam perfilman superhero sepanjang masa.

Durasinya yang mencapai 181 menit –dan sempat menjadi polemik –ini seakan menjadi durasi yang sangat ideal bagi Avengers: Endgame untuk menceritakan segala perjalanannya yang lebih kompleks ini. Russo Brothers sangat berhasil menerjemahkan naskah milik Christopher Markus dan Stephen McFeely ke dalam layar. Mengerahkan seluruh tenaganya agar bisa membuat 181 menit milik Avengers: Endgame ini menjadi sebuah penutup yang sangat memuaskan.


Kejeniusan dalam pengarahan dari Russo Brothers adalah bagaimana mereka bisa mengemas Avengers: Endgame yang sudah penuh akan konflik ini tetap bisa memiliki tujuannya sebagai film superhero. Avengers: Endgamepunya banyak sekali momen penuh aksi dan petualangan yang membuat penonton senang tetapi Russo Brothers masih bisa menyelipkan banyak sekali hati di dalamnya. Bahkan, ketika film ini tergali lebih dalam dengan kisahnya yang makin gelap, tetapi Avengers: Endgametak ada pretensi untuk terlihat berbeda.

Sebagai babak pamungkas dari film Avengers, Russo Brothers yang baru saja memberikan kontribusinya sejak fase kedua ini tahu bagaimana mengkulminasi apa yang sudah dibangun oleh Kevin Feige sejak film pertamanya. Semua investasi dari emosi, pembangunan karakter lewat origin storynya tak akan terasa sia-sia. Hasilnya akan terlihat sangat jelas di film Avengers: Endgame ini. Semua penontonnya akan merasakan simpati dengan karakter-karakter yang ada, terutama untuk original six Avengers yang telah bertarung hingga babak terakhirnya.

Tak perlu khawatir apa yang kamu lihat di dalam trailernya adalah sebuah spoiler besar yang ada di Avengers: Endgame. Hal itu hanya terjadi di permukaannya saja, karena Avengers: Endgame berjalan dengan pembangunan cerita yang bisa menyanggupi ekspektasi tinggi dari penontonnya. Ada rasa nostalgia, perjuangan, rasa senang, terharu, bahagia, terkejut, dan emosional yang bercampur aduk menjadi satu hingga Avengers: Endgame menjadi salah satu pengalaman menonton sebuah film superhero yang sangat segar. 


Bukan hanya tak pernah ditemui oleh film-film Marvel sebelumnya, tetapi ini menjadi sesuatu yang sangat segar di dalam genre-nya. 181 menit di dalam film ini terasa hanya sekedipan mata dan penontonnya masih menunggu apalagi yang akan terjadi selanjutnya. Penuturan cerita di Avengers: Endgame ini pun terasa sedikit berbeda. Satu jam pertama menjadi proses penyembuhan depresi untuk akhirnya bangkit di dua jam selanjutnya. Dan pembangunan emosi inilah yang berhasil dirasakan oleh filmnya. Terlebih, ketika adegan final battle yang sanggup membuat semua orang terperangah. 

Bila saja 2 jam pertamanya tak diarahkan dengan sangat hati-hati, 30 menit terakhir dalam Avengers: Endgame tak akan berjalan dengan baik. Kejelian Russo Brothers untuk membentuk fragmen-fragmen setiap adegan ini menjadi utuh adalah pencapaian terbesarnya. Penggabungan kisahnya terasa mulus, tak terasa terpisah satu sama lain. Bukan hanya berjalan sebagai konklusi, tetapi 2 jam awalnya bisa berfungsi sebagai surat cinta bagi karya-karya milik Marvel Cinematic Universe yang telah dibangun selama 11 tahun terakhir.


Hingga akhirnya, Avengers: Endgame secara keseluruhan adalah  sebuah perjalanan investasi emosi yang dipendam selama 11 tahun hingga akhirnya membuahkan hasil yang sangat gemilang. Russo Brothers dan Kevin Feige tahu benar apa yang sedang mereka kelola di dalam film Avengers: Endgame. Sebuah konklusi yang dibuat dengan sangat hati-hati dan cermat sehingga menimbulkan sensasi menonton yang luar biasa. Belum lagi, Avengers: Endgame juga sangat hangat dan hormat kepada para karakter-karakter legendarisnya yang meskipun membuat hati sedih tetapi pasti penontonnya rela dan paham dengan keputusan-keputusan yang diambil di dalam filmnya. Let’s give a salute to them who always fight til the endgame and get ready for the phase 4!

AVENGERS : INFINITY WAR (2018) REVIEW : The End Begins Here


Tibalah sudah waktu untuk para superhero milik Marvel dalam masa yang berbeda dari yang film-film sebelumnya. Setelah mengalami banyak fase dalam perjalanan filmnya selama sepuluh tahun, sudah waktunya kumpulan superhero untuk menghadapi masa yang jauh lebih sulit dibanding sebelumnya. Konflik dari mereka pun semakin lama semakin pelik di fasenya yang ketiga ini. Sehingga, kompleksitas dalam konflik di setiap stand alone filmnya sudah waktunya untuk disajikan dalam satu film besar.

Avengers : Infinity Wartentu menjadi sebuah film superhero milik Marvel yang sangat ditunggu-tunggu baik fans maupun penikmat film. Komandonya pun berganti dari Joss Whedon ke Anthony & Joe Russo yang selalu dengan baik mengemas film linimasa penting dari Marvel yang datang dari sosok Captain America. Terlebih ketika Captain America : Civil War mampu menjadi salah satu hasil akhir dari film-film Marvel yang dikemas dengan sangat baik.

Dengan adanya dasar ini, lantas tak salah apabila Kevin Feige sebagai produser memilihnya untuk mengarahkan kisah para kumpulan manusia super yang sudah lebih kompleks ini. Avengers : Infinity War tentu sudah memiliki ambisi yang sangat besar terlebih ketika sudah banyak sekali film-film stand alonemilik Marvel yang sudah beredar. Sehingga, Avengers : Infinity War tentu tak akan malu-malu memunculkan berbagai macam superheronya dalam satu frame.


Avengers : Infinity Warmemiliki banyak sekali karakter superhero milik Marvel yang harus tampil di dalamnya. Meski ada beberapa karakter yang akan disimpan untuk film Avengers selanjutnya di tahun 2019 nanti, tentu mengarahkan sebuah film dengan karakter banyak itu bukanlah hal yang mudah. Anthony dan Joe Russo tentu berusaha keras agar apa yang dia arahkan bisa mampu memiliki porsi yang tepat bagi karakter, plot, beserta tempo filmnya.

Inilah Avengers : Infinity Waryang berusaha memberikan kompleksitas yang luar biasa besar dalam konfliknya. Russo Brothers mampu mengarahkan apa yang berusaha disampaikan di dalam film ini dengan porsi yang benar-benar pas. Sehingga dalam durasinya yang mencapai 149 menit, Avengers : Infinity Warmampu menyampaikan pesannya yang sangat ambisius dengan cara yang sudah tepat sasaran dan efektif.  Serta menyematkan film ini sebagai salah satu cinema experience paling dahsyat sebagai sebuah film manusia super milik Marvel Cinematic Universe.


Thanos (Josh Brolin) sudah memiliki rencana untuk menghancurkan alam semesta beserta isinya. Oleh karena itu, dia harus mengumpulkan enam infinity stone yang tersebar di alam semesta. Thanos melakukan berbagai upaya agar bisa mengumpulkan keenam batu tersebut. Hingga akhirnya Thanos mengutus anak buahnya untuk mengambil batu-batu tersebut yang berada di bumi. Batu yang diincar adalah Time Stone yang berada di tangan Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) dan Mind Stone yang berada di tangan Vision(Paul Bethany).

Tentu saja para manusia super tak hanya tinggal diam. Tony Stark sekaligus Iron Man (Robert Downey Jr.) yang sedang berusaha melindungi Doctor Strange harus terjebak dalam sebuah pesawat luar angkasa yang sedang menginvasi bumi saat itu. Beserta Spider-Man (Tom Holland), Tony Stark berusaha untuk mengeluarkan Doctor Strange yang sedang menjadi incaran. Tetapi, hal lain malah terjadi ketika mereka berusaha untuk menyelamatkan infinity stone yang tersisa.


Di fasenya yang ketiga, Avengers : Infinity War memang sudah saatnya mengambil jalan yang lebih berbeda dibanding film-film sebelumnya. Anthony dan Joe Russo telah berhasil menjawab keinginan penonton yang ingin melihat manusia super dalam film Marvel sedang berada di dalam kompleksitasnya yang semakin pelik. Ada nada cerita yang lebih kelam dibanding dengan dua film Avengers sebelumnya.Anthony dan Joe Russo sudah membuka awal film ini dengan begitu emosional.

Pintarnya, mereka mampu menjaga keemosionalan tersebut hingga akhir durasi film yang mencapai 149 menit. Bukan hanya itu, mereka juga berhasil menangkap perjalanan terjal dari para manusia super dengan cara yang lebih personal dan intim. Sehingga, penonton bisa merasakan betapa getir dan cemasnya para karakter superhero saat menyaksikan Avengers : Infinity Warini.Hal yang menanti bagi penonton yang sudah secara emosional melekat dengan cerita dalam film ini adalah bagaimana Avengers : Infinity War menyelipkan momen dan elemen yang tak terduga dengan sangat kuat di setiap adegannya.


Hal tersebut akan berakumulasi dengan baik hingga puncaknya adalah konklusi dari Avengers : Infinity Warini sendiri. Rasa emosional yang sudah tak terbendung sepanjang durasi akan membuat penontonnya akan ikut merasakan pahit dan hancur berkeping-keping perasaan para manusia super sedang merasakan segala keputusasaan, ketakutan, dan sedikit harapan. Inilah sebuah sensitivitas yang dimiliki oleh Russo Brothers yang menjadi poin utama dari Avengers : Infinity War ini sendiri. Dengan begitu, penonton akan dihantui secara psikis untuk menantikan kelanjutan Avengers di tahun 2019 nanti.

Begitu pula dengan bagaimana Thanos sebagai musuh utama Avengers yang sudah disimpan sejak fase pertama ini berhasil memberikan rasa waspada bagi penonton. Karakter Thanos dibangun dengan sangat bagus di Avengers : Infinity War sehingga penonton bisa tahu kenapa musuh para Avengers kali ini benar-benar tak bisa terkalahkan. Dengan begitu, penonton bisa ikut merasa terancam dengan kedatangan Thanos di dalam adegan film dan akan bisa merasakan kepuasan ketika Thanos diserang oleh para manusia super yang ada di dalam Avengers : Infinity War.


Avengers : Infinity War telah menunjukkan bahwa Anthony dan Joe Russo berhasil membawa Marvel Cinematic Universe ke dalam tahapan yang jauh lebih serius. Keputusannya untuk membawa film Avengers : Infinity War lebih kelam dibanding film sebelumnya ini sudah sangat tepat apalagi didukung dengan pengarahannya yang luar biasa kuat dan emosional. Tetapi, Avengers : Infinity War tak melupakan ciri khasnya dalam membuat film-film superhero yang mengandung unsur menyenangkan dan suntikan humor segar seperti biasanya sekaligus berhasil membuat penontonnya berduka ketika credit titlebergulir. Luar biasa!